Deadlock terjadi ketika pemegang saham atau direksi tidak mampu mengambil keputusan material—anggaran, penunjukan direktur, atau exit. Di perusahaan tertutup, kebuntuan ini sering menghentikan operasional sebelum ada putusan pengadilan.
Pengadilan bisa memutus, tetapi biaya, waktu, dan kerusakan hubungan biasanya lebih besar daripada biaya merancang mekanisme di anggaran dasar atau perjanjian pemegang saham sejak awal.
Mekanisme yang sering dipakai
Buy-sell (Russian roulette / Texas shoot-out), put-call dengan valuasi independen, mediasi wajib, dan casting vote independen adalah pola umum. Tidak ada template tunggal: pilih yang sesuai struktur kepemilikan (50/50 vs mayoritas tipis) dan sifat aset usaha.
Kesalahan drafting yang sering muncul
- Trigger deadlock tidak jelas—hanya “tidak sepakat” tanpa quorum atau agenda tertulis.
- Valuasi tidak punya penunjuk ahli atau jangka waktu, sehingga proses macet lagi.
- Tidak ada interim governance: siapa yang bayar gaji dan vendor selama sengketa?
Susun deadlock clause saat still civil. Itu asuransi tata kelola—bukan sinyal ketidakpercayaan.